PREVIEW MU-ARSENAL: ANTARA DENDAM DAN GENGSI!!

rooney-gallasDendam dan gengsi. Ya..itulah tajuk yang tepat buat bigmatch akhir pekan ini. Manchester United akan menghadapi Arsnela, tim yang sedang berada di ‘atas langit’ pada Sabtu (28/08) di Old Trafford. Di satu sisi Manchester United sedang mencoba bangkit dari kekalahan pekan lalu dari tim promosi Burnley, dan di sisi lain Arsenal sedang menjaga performa hebatnya di awal musim Liga Primer ini.

Pertemuan antara Manchester United dengan Arsenal memang selalu menyimpan cerita menarik. Dari mulai permusuhan pemain, persaingan di klasemen hingga adu mulut pelatih yang masih saja kerap terjadi. Beberapa musim terakhir memang permusuhan pemain sedikit berkurang seiring hengkangnya Patrick Vieira dan pensiunnya Roy Keane. Kedua pemain ini sempat menjadi ‘musuh’ abadi di awal abad 21 ini.

Untuk urusan klasemen, Manchester United memang menjadi raja di kancah Liga Inggris. Namun patut diingat, musim 2006/2007 dan 2008/2009 MU tidak dapat mengalahkan Arsenal di Liga Inggris. Dari 4 pertemuan di 2 musim tersebut, Arsenal 3 kali menang dan 1 kali seri. Ini menggambarkan bahwa pertemuan kedua tim sulit ditebak untuk urusan hasil akhir. Dalam kompetisi, Arsenal sering terbentur ketidakstabilan. Entah itu karena kurang matangnya pemain muda mereka atau kurang memadainya pelapis dari tim utama. Berbalik dengan MU, kestabilan dan semakin matangnya penampilan tim setelah Boxing Day sering menjadi kunci keberhasilan pasukan Fergie ini menempati posisi teratas.

Sir Alex dan Arsene Wenger bisa dibilang merupakan pelatih paling sukses di era Premier League. Namun Arsene Wenger, walau cukup berpengalaman juga, nampaknya masih perlu banyak belajar dari seteru abadinya, Sir Alex. Wenger sering melepas bintang, namun sulit untuk menemukan tim terbaik setelah ditinggal bintangnya, lain dengan Sir Alex. Sir Alex sering dengan cepat mengembalikan performa tim ke bentuk terbaiknya setelah ditinggal bintang.

Namun hal ini pantas dibuktikan akhir pekan ini. Sir Alex sempat dibuat pusing di awal musim ini dengan cederanya beberapa pilar utama seperti Van Der Sar, Vidic, Ferdinand dan Brown. Namun cemerlangnya Foster di bawah mistar di pertandingan terakhir serta kembalinya Vidic ke lapangan setidaknya memberi angin segar bagi MU menghadapi Arsenal. Ini layak disebut ujian bagi Sir Alex, karena bagaimanapun timnya menghadapi Arsenal kali ini tampil tanpa Pemain Terbaik Dunia 2008, Cristiano Ronaldo.

Apalagi penampilan Manchester United di tiga pekan awal masih meragukan. Jalan buntu sering ditemui barisan tengah MU dalam mensuplai bola ke depan. Nani masih butuh waktu untuk menggantikan peran CR7, Valencia nampaknya beda tipe dengan CR7. Peran lini tengah masih dicari seiring bergantiannya duet tengah tampil. Carrick, Scholes, Fletcher, Giggs sudah merasakan tempat lini tengah. Hal ini harus segera diselesaikan Fergie agar keseimbangan tim terjaga. Jangan sampai pula isu keluarnya Anderson dari skuad dapat menggangu stabilitas tim.

Satu hal menarik dari Valencia. Umpan-umpan Valencia patut diberi kredit tersendiri buat pasukan MU. Tentunya Fergie sudah rindu dengan umpan-umpan manis ala Beckham, Valencia hadir di pra musim serta pertandingan pekan lalu memperlihatnya kapasitasnya sebagai sayap kanan yang baik dalam urusan umpan silang. Mudah-mudahan dalam beberapa pekan ke depan terjawab sudah keraguan kekuatan MU sepeninggal Ronaldo.

Bicara pertahanan, memang Ferdinand berkutat dengan cedera, namun Vidic dapat tampil sebagai pemimpin bagi Evans sebagai duetnya. Evans diharapkan semakin matang dalam melapis lini belakang MU. Dalam pertandingan ini, Evans harus pintar membaca pergerakan Van Persie yang tampaknya kembali hadir sendiri di depan, dengan dukungan Arshavin dan Bendtner dari lini kedua. Lini belakang MU bisa sedikit lega dengan kemungkinan tidak tampilnya jenderal lini tengah Arsenal, Cesc Fabregas. Hal ini harus dimanfaatkan Carrick dkk untuk bisa menguasai lini tengah dan mengatur ritme permainan barisan muda Arsenal yang dikenal memiliki semangat juang yang lebih tinggi.

Sekali lagi MU tidak boleh sedikit lengah. Permainan cepat dari Arsenal diperkirakan akan diperagakan sejak menit awal karena Wenger tidak ingin kembali kecolongan setelah pada pertemuan kedua musim lalu di ajang Liga Champions, timnya kecolongan gol di menit-menit awal. Kali ini Wenger akan mengeksploitasi dan memaksimalkan  kecepatan Arshavin dan bantuan sayap dari Clichy dan Denilson.

Patut ditunggu akankah langkah sempurna Arsenal dapat dihentikan ‘sang empunya’ gelar? Mampukah MU juga menghentikan gol-gol dari Arsenal yang dalam dua pertandingan awal mencetak 10 gol? Atau bahkan mampukah Manchester United melanjutkan pesta gol dari pertandingan sebelumnya?  Tapi skor 2-1 rasanya cukup buat MU untuk menuntaskan dendam dan mengembalikan gengsi yang sempat ternoda di musim lalu ini…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: